Rabu, 06 Desember 2017

AKTIFITAS TERAPI KELOMPOK

Kegiatan Merangkai Puzzle
Tujuan aktifitas adalah mengajarkan anak untuk mampu bekerjasama, berkoordinasi, 
berkomunikasi, menstimulasi persepsi visual-visual motor dan mengontrol emosi 

Kegiatan Menindahkan Bola dengan Pralon
Tujuan aktifitas adalah mengajarkan anak untuk mampu bekerjasama, berkoordinasi, 
berkomunikasi dan mengontrol emosi 

KEGIATAN TERAPI DAN EDUKASI



Kegiatan Menisik dan Mewarnai
Aktifitas ini bertujuan untuk; menstimulasi fine motor anak, eye hand coordination, bilateral hand use dan konsentarasi. Dengan kegiatan tersebut diharapkan anak lebih siap dan mandiri untuk aktivitas menulis pada usia anak sekolah.

Selasa, 21 Februari 2017

OUTBOUND ACTIVITY


Siswa Tootie Kidz Center (TKC) dengan semangat siap mengikuti kegiatan outbound,.....!

Selasa, 23 Agustus 2016

COOKING TIME



Cooking time adalah suatu kegiatan memasak yang dilakukan secara berkelompok dalam sebuah tempat untuk mengolah dan memasak dengan cara lebih terkonsep dengan benar. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak bersama dengan teman-teman mereka di dalam kelas, dalam suasana yang menyenangkan, diberi kesempatan untuk menyiapkan sendiri makanan sehat. Makanan sehat yang dimaksud terdiri dari sayur dan buah-buahan.



Kegiatan cooking time merupakan wahana yang tepat untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengalaman belajar anak secara langsung. Pada saaat yang sama, aktivitas ini mampu membangun kreativitas anak, mengenalkan bahan makanan, mengolah makanan, perpaduan warna, bahkan melatih motorik halus anak, melalui gerakan memotong, meremas, membentuk dan mencetak.


Sesuai dengan keragaman siswa, program cooking time ini terbagi menjadi beberapa kelompok. Program cooking time ini dibimbing oleh masing-masing terapis dan guru dengan cara yang tepat dan aman. Makanan yang dibuat oleh anak-anak dimakan bersama dan dapat dibawa pulang untuk diperlihatkan kepada masing-masing orangtua mereka.


Tujuan program cooking time ini adalah agar anak-anak gemar mengkonsumsi makanan sehat, mengembangkan self esteem dan self development sang anak. Secara khusus tujuan dari kegiatan cooking time adalah :

  1. Mengembangkan ekspresi melalui berbagai media dengan gerakan
  2. Melatih otot – otot tangan/jari, koordinasi otot dan mata
  3. Melatih kecakapan mengkombinasi warna
  4. Menunjuk perasaan terhadap gerakan tangan
  5. Mengembangkan motorik halus anak


Apa saja manfaat cooking time bagi anak?
  1. Meningkatkan kemampuan berhitung atau matematika. Memasak adalah cara merampuh untuk belajar matematika. Saat memasak tanpa terasa ia harus mengukur takaran makanan dari resep yang ada, misalnya tiga butir telur, 1/2 sendok makan mentega, dan lain-lain.
  2. Belajar sains. Memasak adalah bagian dari percobaan sains. Terlalu banyak garam atau baking soda dan terlalu sedikit tepung dapat menyebabkan adonan menjadi gagal. Hal ini sama saja dengan belajar sains.
  3. Percaya diri. Dapat menghasilkan suatu karya termasuk masakan dapat meningkatkan percaya diri anak. Agar lebih maksimal, beri label pada hasil masakannya dengan menggunakan nama Si Kecil, misalnya Gibran’s noodle atau Disha’s cookie.
  4. Life skill. Memasak sama dengan belajar menyetir atau belajar membaca. Saat dewasa nanti, ia akan bertanggung jawab melakukan hal-hal tersebut. Dengan belajar masak sejak kecil, ia akan terlatih memberi makan orang lain yakni keluarganya kelak.
  5. It’s fun! Yes Mamas, belajar memasak adalah kegiatan menyenangkan dan super seru. Belajar memasak dapat menjadi momen tak terlupakan baginya. Apalagi jika ia memasak dengan Anda, kenangan indah itu akan terus ia bawa hingga dewasa nanti. Yuk Mamas, masukkan agenda memasak bersama anak weekend ini.

COOKING TIME

Masa anak-anak merupakan fase pendidikan awal bagi anak-anak untuk mendapatkan pengajaran secara formal dan nonformal. Pada jenjang ini, anak-anak diberi pengetahuan dasar tentang pengenalan angka dan huruf berupa menghitung bilangan, membaca kalimat, mengenal kosakata tentang benda-benda sekitar, serta menyanyi dan menari. Selain itu, anak-anak diajak pula untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Salah satu contoh dari kegiatan tersebut adalah  membuat sendiri makanan sehat. 

Sesuai dengan keragaman siswa, program cooking time ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok anak-anak memasak makanan dan mengolah buah-buahan untuk menjadi minuman. Program cooking time ini dibimbing oleh masing-masing terapis dan guru dengan cara yang tepat dan aman.  Makanan yang dibuat oleh anak-anak dapat dibawa dikonsumsi dan dibawa pulang untuk diperlihatkan kepada masing-masing orangtua mereka.

Tujuan sekolah mengadakan program cooking time ini adalah agar anak-anak gemar mengkonsumsi makanan sehat, dapat membuat sendiri (independence) makanan sehat,  serta mengembangkan self esteem dan self development sang anak.

Sabtu, 06 Agustus 2016

COOMING SOON

MULAI BULAN SEMPTEMBER 2016


TOOTIE KIDZ CENTER (TKC)

HADIR DAN MEMBERI LAYANAN TERAPI-EDUKASI 
DI SEKOLAH INKLUSI PELITA BANGSA PAMULANG TANGERANG SELATAN.

KEGIATAN OUTBOUND KE JURANG DOANK

Outbound adalah kegiatan di alam terbuka merupakan sarana penambah wawasan pengetahuan dan keterampilan anak yang di dapat dari serangkaian pengalaman berpetualang sehingga dapat memacu semangat dan kreatifitas.

Outbound merupakan perpaduan antara permainan sederhana, permainan ketangkasan dan olah raga serta diisi, kerjasama dengan petualangan-petualangan. Hal ini yang akhirnya membentuk adanya unsur-unsur ketangkasan dan kebersamaaan serta keberanian dalam memecahkan masalah. 
Outbound sebagai permainan kecerdasan karena sebagai sarana untuk melatih dalam mengembangkan fungsi mata, telinga dan latihan otot. Bagi Anak Berkebutuhan Khusus outbound dapat melatih memfokuskan diri dalam memecahkan masalah saat kegiatan berlangsung dan mewujudkan rasa percaya diri. Outbound juga memberi pengaruh dalam pengembangan kreatifitas dalam menentukan keputusan yang akan diambil. Misalnya anak menjadi lebih konsentrasi dalam mendengarkan setiap instruksi yang diberikan guru dalam setiap outbound.




Proses belajar dengan outbound pada Anak Berkebutuhan Khusus di Tootie Kidz Center (TKC) disesuaikan dengan Program Kegiatan Pendidikan Inklusi yang mendorong proses tumbuh kembang anak, dilaksanakan setiap tahun minimal sekali diikuti oleh siswa dari kelas khusus dan program terapi reguler. 

Kegiatan outbound ini sebagian besar aktivitasnya merupakan aktivitas fisik dapat juga disebut permaianan yang bersifat petualangan meliputi ice breaking, flying fox, menangkap ikan, memandikan kerbau, naik perahu karet dan permainan yang memerlukan konsentarasi. Secara keseluruhan kegiatan ini sebagai sarana generalisasi pembelajaran ( terapi ) yang didapat selama ini, yaitu kematangan area vestibular, tactile, propioseptif serta kemampuan sosialisasi dan kerjasama pada anak.

Metode yang digunakan dalam outbound ini adalah belajar melalui pengalaman (exsperiental learning), pelaksanaan kegiatan belajar dengan outbound pada Anak Berkebutuhan Khusus disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan resiko pada masing-masing individu. Mereka dapat belajar secara alami dan bersosialisasi dengan lingkungannya di kegiatan outbound.






Kegiatan belajar di alam terbuka seperti outbound bermanfaat :
  1. menambah pengalaman baru
  2. membangun rasa keberanian, kebersamaan
  3. komunikasi yang efektif antar sesama
  4. bertindak sesuai dengan situasi dan kondisi
  5. memahami setiap kelebihan maupun kekurangan yang ada pada dirinya maupun orang lain
  6. dapat menumbuhkan rasa saling menghargai antara Anak Berkebuntuhan Khusus dan siswa reguler









Senin, 25 Mei 2015

INFORMASI PINDAH ALAMAT

Terhitung mulai bulan April 2015 TKC pindah Alamat Praktek :

TKC Pusat Perumahan Islamic Village 
Jl. Zaitun Raya Blok C2 No.11 Kelapa Dua Tangerang
HP  : 081387301455 (Ibu Widya Susilowati)
         - 08128974284
WA : 087881370678
Email : roobin41@ymail.com


TKC Cab. Pamulang Perumahan Pamulang Permai 
Jl. Surya Kencana Blok C No.2 Pamulang Tangerang Selatan 
THP  : 081387301455 (Ibu Widya Susilowati)
           - 08128974284
WA : 087881370678
Email : roobin41@ymail.com

Selasa, 16 September 2014

Life Story

Hee Ah Lee ~ Kisah Pianis Berjari Empat Yang Inspiratif

Hee Ah Lee Hee Ah Lee ~ Kisah Pianis Berjari Empat Yang Inspiratif

Saat melihat foto di atas, mungkin sebagian dari kita sudah ada yang mengetahui
siapa sosok gadis di foto itu, atau mungkin sebagian dari kita belum mengetahuinya.
Bagi yang belum mengetahuinya, silahkan membaca artikel ini sampai selesai karena
dengan membaca kisah ini kita bisa mendapatkan inspirasi dan bisa lebih
mensyukuri atas kesempurnaan fisik yang telah diberikan Tuhan kepada kita.
Sosok gadis mungil yang luar biasa ini bernama Hee Ah Lee, seorang gadis korea
yang lahir pada 9 Juli 1985, di Pusan Korea Selatan. Setiap ibu pasti menginginkan
naknya lahir dalam kondisi normal, baik kesempurnaan fisik maupun mental.
Namun Tuhan berkata lain, Hee Ah Lee terlahir dengan 4 jari, 2 di tangan kanan
dan 2 di tangan kiri. Selain itu, dia juga terlahir dengan kaki yang cacat,
hanya sampai lutut. Dan yang lebih menyedihkan lagi adalah selain terlahir
dengan kondisi fisik yang cacat, Hee Ah Lee juga memiliki keterbelakangan mental.
Bukan sampai disini saja cobaan yang dihadapi Hee Ah Lee dan ibunya,
karena kondisinya itu dia pun dijauhi oleh keluarga besarnya. Keluarga besar
 yang seharusnya memberikan dukungan penuh akan kehidupan Hee Ah Lee
dan ibunya justru menjauhi mereka. Sedih memang rasanya
diperlakukan seperti itu, ibarat pepatah mengatakan sudah jatuh
tertimpa tangga pula. Bila sebagian orang menyerah dengan keadaan,
tidak begitu dengan ibu Hee Ah Le. Sang ibu tercinta merawat Hee Ah Lee
dengan penuh kasih sayang dan memberinya motivasi untuk terus maju
dan berkembang.

Artikel

Anak autis juga bisa belajar


1. Terapi apa yang paling cocok bagi anak autis?Saat si kecil terdiagnosa mempunyai bakat khusus berupa autisme, rasa kaget pasti ada di pikiran Anda. begitu juga dengan kehidupannya nanti. Bagaimana caranya belajar? Bagaimana nanti dengan perkembangannya? Apa yang sesungguhnya dibutuhkananak autis? Semoga yang di bawah ini dapat membantu menjawab berbagai pertanyaan Anda.
Untuk menentukan terapi yang paling cocok bagi anak autis pada awalnya perlu dilakukan asesmen atau pemeriksaan menyeluruh terhadap anak itu sendiri. Asesmen itu bertujuan untuk mengetahui derajat keparahan, tingkat kemampuan yang dimilikinya saat itu, dan mencari tahu apakah terdapat hambatan atau gangguan lain yang menyertai. Biasanya terapi yang diberikan adalah terapi untuk mengembangkan ketrampilan-keterampilan dasar seperti, ketrampilan berkomunikasi, dalam hal ini keterampilan menggunakan bahasa ekspresif (mengemukakan isi pikiran atau pendapat) dan bahasa reseptif (menyerap dan memahami bahasa). Selain itu, terapi yang diberikan juga membantu anak autis untuk mengembangkan ketrampilan bantu diri atau self-help, ketrampilan berperilaku yang pantas di depan umum, dan lain-lain. Dengan kata lain, terapi untuk anak autis bersifat multiterapi

2. Apa kendala paling sulit pada saat terapi anak autis?
Kendala pada terapi anak autis tergantung pada kemampuan unik yang ia miliki, adaanak autis yang dapat berkomunikasi, ada yang sama sekali tidak. Namun sebagian besar anak autis memiliki keterbatasan atau hambatan dalam berkomunikasi sehingga ini menjadi kendala besar saat terapi. Anak belum dapat mengikuti instruksi guru dengan baik. Bahkan anak kadang tantrum saat diminta mengerjakan tugas yang diberikan. Terkadang anak autis suka berbicara, mengoceh, atau tertawa sendiri pada waktu belajar.

3. Bagaimana sikap anak autis saat menjalani terapi?
Biasanya anak autis memiliki hambatan atau keterbatasan dalam berkomunikasi. Hal tersebut terlihat dari perilaku mereka yang cenderung tidak melihat wajah orang lain bila diajak berinteraksi, sebagian besar kurang memiliki minat terhadap lingkungan sekitar, dan sebagian cenderung tertarik terhadap benda dibandingkan orang.

4. Apa perubahan yang diharapkan setelah terapi?
Pada akhirnya, anak autis diharapkan dapat memiliki berkomunikasi, yang tadinya cenderung bersifat satu arah menjadi dua arah. Dalam artian ada respon timbal balik saat berkomunikasi atau bahasa awamnya “nyambung”. Kemudian perubahan lain yang juga diharapkan adalah memiliki ketrampilan bantu diri, kemandirian, serta menyatu dan berfungsi dengan baik di lingkungan sekitarnya. Hasil yang menggembirakan tentu sangat diharapkan orang tua anak penderita autis. Ini terlihat bila anak tersebut sudah dapat mengendalikan perilakunya sehingga tampak berperilaku normal, berkomunikasi dan berbicara normal, serta mempunyai wawasan akademik yang cukup sesuai anak seusianya.

5. Seberapa cepat perubahan akan terlihat?
Perubahan atau kemajuan yang terjadi tentunya bersifat individual. Hal tersebut tergantung pada hasil asesmen, gaya belajar anak autis, dan intensitas dari terapi atau pendidikan yang diberikan serta kerjasama antara orangtua, pengasuh anak dengan para pendidik, terapis atau ahli kesehatan

6. Bagaimana mengenai pendidikan anak autis?
Perlu diketahui bahwa setiap anak autis memiliki kemampuan serta hambatan yang berbeda-beda. Ada anak autis yang mampu berbaur dengan anak-anak ’normal’ lainnya di dalam kelas reguler dan menghabiskan hanya sedikit waktu berada dalam kelas khusus namun ada pula anak autis yang disarankan untuk selalu berada dalam kelas khusus yang terstruktur untuk dirinya. Anak-anak yang dapat belajar dalam kelas reguler tersebut biasanya mereka memiliki kemampuan berkomunikasi, kognitif dan bantu diri yang memadai. Sedangkan yang masih membutuhkan kelas khusus biasanya anak autis dimasukkan dalam kelas terpadu, yaitu kelas perkenalan dan persiapan bagi anak autis untuk dapat masuk ke sekolah umum biasa dengan kurikulum umum namun tetap dalam tata belajar anak autis, yaitu kelas kecil dengan jumlah guru besar, dengan alat visual/gambar/kartu, instruksi yang jelas, padat dan konsisten, dsb).

7. Bagaimana metode belajar yang tepat bagi anak autis?
Metode belajar yang tepat bagi anak autis disesuaikan dengan usia anak serta, kemampuan serta hambatan yang dimiliki anak saat belajar, dan gaya belajar ataulearning style masing-masing anak autis. Metode yang digunakan biasanya bersifat kombinasi beberapa metode. Banyak, walaupun tidak semuanya, anak autis yang berespon sangat baik terhadap stimulus visual sehingga metode belajar yang banyak menggunakan stimulus visual diutamakan bagi mereka. Pembelajaran yang menggunakan alat bantu sebagai media pengajarannya menjadi pilihan. Alat bantu dapat berupa gambar, poster-poster, bola, mainan balok, dll. Pada bulan-bulan pertama ini sebaiknya anak autis didampingi oleh seorang terapis yang berfungsi sebagai guru pembimbing khusus.

8. Pengajar seperti apa yang dibutuhkan bagi anak autis?
Pengajar yang dibutuhkan bagi anak autis adalah orang-orang yang selain memilii kompetensi yang memadai untuk berhadapan dengan anak autis tentunya juga harus memiliki minat atau ketertarikan untuk terlibat dalam kehidupan anak autis, memiliki tingkat kesabaran yang tinggi, dan kecenderungan untuk selalu belajar sesuatu yang baru karena bidang autisma ini adalah bidang baru yang selalu berkembang.

9. Suasana belajar seperti apa yang dibutuhkan anak autis?
Tergantung dengan kemampuan dan gaya belajar masing-masing anak autis. Adaanak autis yang mencapai hasil yang lebih baik bila dibaurkan dengan anak-anak lain, baik itu anak ’normal’ maupun anak-anak dengan kebutuhan khusus lainnya. Ada anakautis yang lebih baik bila ditempatkan pada suasana belajar yang tenang, tidak banyak gangguan atau stimulus suara, warna, atau hal-hal lain yang berpotensi mengalihkan perhatian.

10. Apa saja yang diajarkan dalam pendidikan anak autis?
Komunikasi (bahasa ekspresif dan reseptif), ketrampilan bantu diri, ketrampilan berperilaku di depan umum, setelah itu dapat diajarkan hal lain yang disesuaikan dengan usia dan kematangan anak serta tingkat inteligensi,.

11. Sampai umur berapa tahun anak autis mendapat pendidikan khusus?
Semua itu sekali lagi tergantung pada kemampuan anak, gaya belajar anak, serta sejauh mana kerjasama antara orangtua atau pengasuh dengan pendidik atau terapis.

12. Umur berapa anak sudah dapat dilepas masuk ke sekolah umum?
Lagi-lagi hal ini tergantung pada kemampuan anak.

13. Berapa besar kemungkinan anak autis berbaur dengan murid lain di sekolahbiasa?
Kemungkinan selalu ada. Akan tetapi semua itu tergantung pada kemampuan anakautis tersebut dan apakah sistem pendidikan atau fasilitas di sekolah ’biasa’ itu mendukung berbaurnya anak autis dengan murid-murid lain dalam kelar reguler

Tips For Parent


Edukasi Seks Cegah Anak Alami Kekerasan Seksual


”Sejak anak mulai menyadari adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan—yaitu pada umur 2-3 tahun, orang tua sudah mulai bisa memberikan pendidikan seks, yang materinya disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman anak,” kata psikolog  Roslina Verauli M.Psi

Sejak anak masih kecil, menurut Vera, hal utama yang perlu diajari adalah bahwa alat kelaminnya adalah ’barang berharga’ kepunyaannya yang perlu dijaga. Anak perlu diberi pemahaman bahwa alat kelaminnya harus ditutupi dan tidak boleh dipegang oleh siapa pun, kecuali oleh orangtua atau pengasuhnya. Itu pun hanya ketika mandi atau membersihkan diri sehabis buang air, tidak bisa dilakukan kapan saja. 

Menginjak usia praremaja, anak akan mulai memiliki ketertarikan pada lawan jenis dan merasakan fantasi seksual. Pada saat ini, orang tua sudah perlu memberikan bekal pendidikan seks yang lebih lanjut. ”Tak perlu menunggu sampai anak bertanya tentang ini-itu. Ketika anak memasuki usia praremaja, orang tua sudah mulai bisa menjelaskan tentang seks sebagai cara orang dewasa mengungkapkan kasih sayang. Jelaskan secara santai, misalnya ketika Anda dan anak sedang menonton film yang ada adegan ciumannya,” kata Vera.

Terhadap putranya, Franklin (1), Vera berusaha menanamkan kesadaran untuk mengharga diri sendiri sejak kecil. Dengan begitu, diharapkan putranya itu bisa secara asertif menjaga diri sendiri ketika tumbuh besar nanti. Caranya? ”Saya dan suami tak pernah mengajak Franklin bercanda dengan menjadikan dirinya sebagai objektertawaan. Misalnya, kami tak pernah bercanda dengan memelorotkan celananya, mendorongnya, atau melakukan hal-hal lain yang merendahkan harga dirinya,” kata Vera. 

Satu hal lagi yang tak kalah penting, orang tua harus berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan anak-anaknya. ”Posisikan diri kita sebagai sahabat yang bisa diajak bicara tentang apa saja oleh anak-anak. Ini penting supaya anak-anak terbiasa bercerita tentang hal-hal yang dialaminya setiap hari dan tidak menyimpan rahasia dari orangtuanya,” ujar Vera

Selasa, 13 Mei 2014

TIPS MEMPERSIAPKAN SEKOLAH BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

TIPS FOR PARENT
 
Dalam merawat anak memang sangat istimewa, tidak saja menjaga kesehatan anak akan tetapi bagaimana cara membentuk pribadi anak menjadi lebih baik. Selain membutuhkan kesabaran, anda juga dituntut untuk tekun dan pandai membimbing anak anda. Tantangan tersendiri bagi anda yang mempunyai anak berkebutuhan khusus. Hal ini jelas akan membedakan cara mempersiapkan masa depannya dengan anak lainnya. Anak berkebutuhan khusus merupakan anak dengan karakteristik yang berbeda dengan anak lainnya, faktor yang membedakannya secara fisik dan psikis, yaitu ketidakmampuan mental, emosi yang dimiliki anak.
Adapun yang termasuk dalam kategori anak berkebutuhan khusus antara lain tunarungu, tunanetra, tunadaksa, tunalaras, kesulitan dalam belajar, gangguan perilaku dan juga anak berbakat. Membimbing anak yang berkebutuhan khusus memerlukan kesabaran dan kerja sama antara orang tua, guru dan juga lingkungan sekitar. Perhatian dan kasih sayang ekstra pada saat membimbing anak berkebutuhan khusus sangat diperlukan, begitupula saat anda akan memutuskan untuk memilih sekolah untuk anak berkebutuhan khusus, sebaiknya anda memperhatikan beberapa persiapan yang dapat anda lakukan.

Berikut adalah tips mempersiapkan sekolah bagi anak berkebutuhan khusus :

1.    Pertimbangkan jarak dan lokasi sekolah
Satu hal yang harus anda perhatikan dalam memilih sekolah untuk anak berkebutuhan khusus adalah mempertimbangkan jarak dan lokasi sekolah. Lokasi yang terlalu jauh dari rumah akan membuat anak anda merasakan kelelahan ketika akan mulai belajar sehingga pada beberapa anak yang berkebutuhan khusus, seperti autis akan mengalami kelelahan dan stres yang meningkatkan resiko tantrum dan gangguan perilaku pada anak.

2.    Kenali fasilatas sekolah
Sebagai orang tua sebaiknya cermat dalam memilih sekolah untuk anak berkebutuhan khusus, termasuk fasilitas yang disediakan dalam sekolah untuk proses belajar mengajar. Satu hal lainnya adalah memenuhi gerak anak, hal ini penting dikarenakan aktivitas anak berkebutuhan khusus memerlukan ruangan yang bebas sesuai dengan karakter yang dibutuhkan anak.

3.    Perhatikan program pembelajaran
Program pembelajaran salah satu hal penting dalam memenuhi tujuan anak berkebutuhan khusus memasuki jenjang sekolah, hal ini berhubungan dengan kemampuan belajar anak berkebutuhan khusus yang memiliki kecepatan berbeda dengan yang lainnya. Anda dapat menanyakan langsung pada pihak sekolah, apa yang menjadi salah satu keunggulan sekolah dalam memenuhi kebutuhan anak anda.

4.    Team profesional akan membantu menangani anak anda
Pada dasarnya penanganan dan perkembangan anak yang memiliki kebutuhan khusus harus mempertimbangkan pula team profesional yang ahli di bidang masing-masing. Salah satunya adalah dokter anak, psikolog dan beberapa lainnya. Pihak sekolah sangat berperan dalam kerjasama dengan semua pihak termasuk orang tua dalam mendapatkan stimulasi dan pelayanan yang terintegrasi dan disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Dengan demikian bagi anda yang memiliki anak berkebutuhan khusus sebaiknya memberikan perhatian. Perhatian dari orang tua akan membantu dalam mengurangi pengaruh buruk yang akan terjadi pada anak berkebutuhan khusus. Selain itu anda dapat melakukan beberapa cara untuk meringankan kondisi anak berkebutuhan khusus, salah satunya dengan terapi yang biasanya disediakan di sekolah sekolah khusus anak berkebutuhan khusus, diantaranya adalah dengan mengikuti program terapi perilaku, terapi okupasi, terapi intelegrasi sensory atau terapi wicara disesuaikan dengan kebutuhan anak anak. Berikan pula stimulasi pada anak anda agar mampu berkembang dengan baik menyesuaikan dengan lingkungannya.

DI TEMPAT KAMI MENYEDIAKAN KONSULTASI MASALAH TERSEBUT DAN MEMBUKA KELAS PERSIAPAN (PREPARATION CLASS) BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS....

Jumat, 02 Mei 2014

GRAND OPENING

TELAH DI BUKA 
TOOTIE KIDZ CENTER
Pusat Terapi - Edukasi Anak Berkebutuhan Khusus &
 Day Care (Tempat Penitipan Anak Balita)
CABANG PAMULANG

Mulai : 2 Mei 2014


Melayani :
  1. Terapi : Autisme, Delay Speach, Down Syndrom, Hyperactive, ADD, Tes Kecerdasan (Multiple Intellegence Research), Kesulitan Belajar, Remedial learning, Konsultasi psikologi anak, Tes Sidik Jari,
  2. Day Care : Tempat penitipan anak sekaligus bermain dan belajar, sebagai sarana aman dan nyaman bagi pertumbuhan anak.
Tim Kami : Okupasi terapi, terapi wicara, fisoterapi, psikolog, pedagog dan perawat.

Alamat : Klinik Siliwang, Jl. Siliwangi Pamulang Permai, Call : 081387301455

UNTUK MEMBERIKAN KENYAMANAN, KEAMANAN DAN PELAYANAN YANG 

TERBAIK, JANGAN SALAH PILIH TEMPAT  TERAPI DAN EDUKASI UNTUK BUAH HATI ANDA.....

SEGERA KUNJUNG DAN DAFTAR PUTRA-PUTRA ANDA DI TOOTIE KIDZ CENTER !