Cooking time adalah suatu
kegiatan memasak yang dilakukan secara berkelompok dalam sebuah tempat untuk
mengolah dan memasak dengan cara lebih terkonsep dengan benar. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak bersama dengan
teman-teman mereka di dalam kelas, dalam suasana yang menyenangkan, diberi
kesempatan untuk menyiapkan sendiri makanan sehat. Makanan sehat yang dimaksud
terdiri dari sayur dan buah-buahan.
Kegiatan cooking
time merupakan wahana yang tepat untuk menumbuhkan dan meningkatkan
pengalaman belajar anak secara langsung. Pada saaat yang sama, aktivitas ini mampu
membangun kreativitas anak, mengenalkan bahan makanan, mengolah makanan,
perpaduan warna, bahkan melatih motorik halus anak, melalui gerakan memotong,
meremas, membentuk dan mencetak.
Sesuai dengan keragaman siswa, program cooking
time ini terbagi menjadi beberapa
kelompok. Program cooking time ini dibimbing oleh masing-masing terapis
dan guru dengan cara yang tepat dan aman. Makanan yang dibuat oleh
anak-anak dimakan bersama dan dapat dibawa pulang untuk diperlihatkan kepada
masing-masing orangtua mereka.
Tujuan program cooking time ini adalah agar anak-anak gemar mengkonsumsi makanan sehat, mengembangkan
self esteem dan self development sang anak. Secara khusus tujuan
dari kegiatan cooking time adalah :
- Mengembangkan
ekspresi melalui berbagai media dengan gerakan
- Melatih
otot – otot tangan/jari, koordinasi otot dan mata
- Melatih
kecakapan mengkombinasi warna
- Menunjuk
perasaan terhadap gerakan tangan
- Mengembangkan
motorik halus anak
Apa saja manfaat cooking time
bagi anak?
- Meningkatkan kemampuan
berhitung atau matematika.
Memasak adalah cara merampuh untuk belajar matematika. Saat memasak tanpa
terasa ia harus mengukur takaran makanan dari resep yang ada, misalnya
tiga butir telur, 1/2 sendok makan mentega, dan lain-lain.
- Belajar sains. Memasak adalah bagian dari percobaan sains. Terlalu
banyak garam atau baking soda dan terlalu sedikit tepung dapat menyebabkan
adonan menjadi gagal. Hal ini sama saja dengan belajar sains.
- Percaya diri. Dapat menghasilkan suatu karya termasuk masakan dapat
meningkatkan percaya diri anak. Agar lebih maksimal, beri label pada hasil
masakannya dengan menggunakan nama Si Kecil, misalnya Gibran’s noodle atau
Disha’s cookie.
- Life skill. Memasak
sama dengan belajar menyetir atau belajar membaca. Saat dewasa nanti, ia
akan bertanggung jawab melakukan hal-hal tersebut. Dengan belajar masak
sejak kecil, ia akan terlatih memberi makan orang lain yakni keluarganya
kelak.
- It’s fun! Yes Mamas, belajar memasak adalah kegiatan
menyenangkan dan super seru. Belajar memasak dapat menjadi momen tak
terlupakan baginya. Apalagi jika ia memasak dengan Anda, kenangan indah
itu akan terus ia bawa hingga dewasa nanti. Yuk Mamas, masukkan agenda memasak
bersama anak weekend ini.